Diperbarui: 6 Agu
LASMIDJAH Hardi dan rekan-rekan perempuan pejuang yang mengurus dapur umum bingung. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan masih berjalan, Jakarta kehabisan cadangan beras. Mereka segera berkumpul untuk memecahkan masalah. Berbagai kenalan pun dihubungi untuk dimintai bantuan.
Upaya mereka membuahkan hasil. Seorang jago pro-republik datang untuk menyumbangkan berasnya untuk keperluan dapur umum. Haji Darip namanya, tinggal di Klender, Jakarta Timur.
Namun, beras Haji Darip tidak di Jakarta, melainkan ada di gudang Tambun, Bekasi. Lasmidjah pun langsung mengajak Sujatin Kartowijono dan Erna Djajadiningrat dari dapur umum Wani (Wanita Negara Indonesia) menyusun rencana bersama. Keputusannya, Lasmidjah yang ditugaskan mengambil beras itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















