- 26 Okt 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) dan tiga anak perusahaannya (PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya) dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada 24 Oktober 2024.
Perusahaan Sritex yang didirikan oleh Loo Kie Hian atau H.M. Lukminto berawal dari UD Sri Redjeki, sebuah kios di pasar Klewer yang berdagang tekstil sejak tahun 1966. Pada 1980, UD Sri Redjeki berubah menjadi PT Sritex yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Melalui kerja keras Lukminto, Sritex akhirnya memiliki pabrik pertama yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 2 Maret 1992.
Hermawan Kertajaya dan Ardhi Ridwansyah dalam Local Champion menyebut Sritex kemudian menjadi pabrik tekstil terpadu terbesar di Asia Tenggara. Sritex menempati lahan 130 hektare dengan 50 gedung dan 30.000 karyawan (kini mencapai 50.000) serta memiliki 15 anak perusahaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















