- 20 Mar 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
"Darah sudah kau teteskan/ dari bibirku/ Luka sudah kau bilurkan/ ke sekujur tubuhku/ Cahaya sudah kau rampas/ dari biji mataku"
PUISI yang termuat dalam antologi tunggal Wiji Thukul, Aku Ingin Jadi Peluru, itu berjudul “Derita Sudah Naik Seleher”. Puisi 17 baris dan bertitimangsa November 1996 itu berkait erat dengan bulan-bulan pemogokan buruh di PT Sri Rejeki Isman atau lebih akrab dengan Sritex.
Pabrik yang berlokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah ini hanya berjarak lebih kurang 20-an kilometer dari kampung Wiji Thukul di Sorogenen, Solo. Di sanalah, Thukul mendirikan Sanggar Suka Banjir. Baca kembali puisi itu: Cahaya sudah kau rampas/dari biji mataku.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












