top of page

Dilarang Menyebut Hidung

Menerabas Konstitusi. Membekukan Parlemen. Menerapkan sensor, bahkan melarang kata “hidung”. Inilah kisah sultan Ottoman terakhir yang memegang kekuasaan absolut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret Sultan Abdulhamid II yang telah diberi warna. (Wikimedia Commons).

19 Apr 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 27 Apr

NASIB Sultan Abdülhamid II seperti abu di atas tanggul. Ketika ia naik takhta, Kesultanan Ottoman berada di titik nadir dan kekuasaannya menyusut seiring demokratisasi. Maka, dengan beragam cara, Abdülhamid II berupaya menegakkan kembali kekuasaannya yang absolut.


Kesultanan Ottoman atau disebut juga Kesultanan Utsmaniyah adalah kekhalifahan Islam yang meraih puncak kejayaan pada abad ke-16 dan ke-17. Kekuasannya meliputi sebagian besar Balkan (Eropa bagian tenggara), Irak, Suriah, Israel, Mesir, sebagian Afrika Utara, dan Jazirah Arab. Namun krisis demi krisis mulai menggerogoti Ottoman. Situasi itulah yang dihadapi Abdulhamid II.


Abdulhamid II dilantik sebagai sultan pada 7 September 1876 di Masjid Eyup Sultan dengan penyerahan Pedang Osman. Beberapa bulan kemudian ia melantik Midhat Pasha, tokoh reformis yang mencita-citakan demokrasi di Ottoman, sebagai wazir agung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page