top of page

Misteri Seorang Turki dalam Perang Saudara di Jawa

Syeh Ibrahim tiba di Jawa sebagai utusan Sultan Turki. Menjadi juru damai penguasa Jawa dengan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi orang Turki di Jawa. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 26 Des 2022
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei 2025

ANTARA tahun 1746–1757, perang saudara yang dikenal sebagai Perang Suksesi Jawa III, memorak-morandakan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka yang terlibat di dalam peristiwa tersebut adalah Pangeran Mangkubumi (kelak menjadi Sultan Hamengkubuwana I di Yogyakarta), Susuhunan Pakubuwana II dan III di Surakarta, Pangeran Mangkunegara (kelak pangeran senior di Surakarta, juga dikenal sebagai Mas Said Suryakusuma dan berjuluk Pangeran Samber Nyawa), serta Kompeni Belanda (VOC) yang mendukung pihak keraton Surakarta yang pada waktu itu sudah dalam kondisi kian merosot.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page