top of page

Soebandrio, Dokter Bedah Asal Kepanjen Jadi Politikus

Dari Malang ke Batavia. Soebandrio menunaikan cita-cita muluk jadi dokter lalu belok ke politik pergerakan bangsa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dr. Soebandrio yang berasal dari keluarga cukup terpandang di Kepanjen, Malang. (Anefo/nationaalarchief.nl).

3 Okt 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SUDAH hampir tiga dekade dr. Soebandrio (kadang dieja “Subandrio”) meringkuk di penjara. Hari itu, 3 April 1992, rezeki menghampirinya, stasiun televisi TVRI mewawancarainya. Selain menengok kondisinya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Cipinang), liputan TVRI menguak kesibukan tokoh yang dicap “Durno” itu sedang belajar agama. Dalam wawancara itu ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page