top of page

Soebandrio, Diplomat Ulung yang Perjuangkan Irian Barat

Orang kepercayaan Sukarno dalam merebut Irian Barat. Keliling dunia untuk “bertempur” di medan diplomasi. Berakhir mengenaskan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dr. Soebandrio di masa senja bersama Herlina "Pending Emas" Kasim yang sama-sama berperan dalam merebut Irian Barat. (Repro Meluruskan Sejarah Perjuangan Irian Barat).

14 Okt 2025
10 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

DI ruang sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, pada 17 Oktober 1966 dalam sesi persidangan ke-14 dr. Soebandrio berdiri dari tempat duduknya. Sebagai terdakwa, dia hendak membacakan pembelaannya di hadapan hakim ketua Letkol CKH Ali Said.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page