top of page

Jejak Duta Besar Soebandrio dari London ke Moskow

Meski tak berlatar belakang diplomat karier, Soebandrio dipercaya menjadi duta besar Indonesia pertama untuk Inggris dan Uni Soviet. Penunjukannya terbilang strategis karena keduanya negara adikuasa dan pemenang Perang Dunia II.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Soebandrio. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

9 Okt 2025
10 menit membaca

Diperbarui: 10 Okt 2025

KOTA London terasa dingin hari itu, 1 November 1950. Setidaknya begitulah yang dirasakan Ganis Harsono yang baru saja tiba setelah perjalanan panjang dari Jakarta. Di gedung kedutaan Indonesia di Rutland Gate, Kensington, Ganis bersua dengan duta besar Indonesia untuk Inggris, sehubungan dengan penempatannya sebagai atase pers di kedutaan Indonesia. Seperti dinginnya udara London, Ganis mengenang pertemuan itu terasa kaku dan kurang bersahabat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page