top of page

Drama Kopral Soedarmo

Sebuah pencurian terjadi melibatkan beberapa serdadu KNIL. Dua prajurit bawahan terbunuh.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 10 Agu 2023
  • 3 menit membaca

Suatu hari di akhir dekade 1920-an. Sebuah rombongan pengangkut kiriman uang berjalan melintasi pesisir barat Sumatra. Mereka dikawal pasukan militer. Seorang prajurit bersenapan berjalan di depan, seorang kopral dan seorang prajurit lain mengikuti di belakangnya.

Di dalam rombongan tersebut terdapat seorang tahanan Irlandia yang berbahaya. Ia berjalan di belakang rombongan tadi dengan tangan diborgol. Di belakangnya, terdapat prajurit-prajurit yang membawa kotak uang.


Kendati jalur yang mereka lalui cukup berat, prajurit yang berada di belakang tak tertinggal. Namun hal itu membuat tahanan yang mereka bawa justru punya peluang untuk kabur. Maka begitu melihat adanya peluang, si tahanan langsung memukul keras-keras kepala prajurit di depannya menggunakan borgolnya. Dia pun kabur.


Melihat hal itu, si kopral lalu menembakkan senapannya ke si tahanan yang kabur hingga mati. Jenazah tahanan lalu dibawa ke tempat tujuannya di sekitar Padang.



Koran Algemeen Handelsblad voor Nederlandsch-Indië edisi 10 Oktober 1938 menyebut kopral yang dikenal sebagai prajurit tangguh itu sempat diperiksa di mahkamah militer Padang atas kematian itu. Namun petinggi militer di Padang membenarkan tindakan sang kopral karena dia telah menjalankan tugasnya dengan baik. Pengadilan menolak penahanan pra-persidangan sang kopral.


Seorang kopral biasanya adalah prajurit berpengalaman dan berwibawa di mata bawahannya. Untuk bisa menjadi kopral, prajurit rendahan yang tak pernah sekolah butuh waktu lebih dari 10 tahun belajar di lapangan. Jika sudah berdinas 10 tahun dan lulus tes, seorang prajurit baru bisa belajar di Kaderschool (sekolah kader) untuk bisa jadi kopral.



Kira-kira satu dekade setelahnya, kopral lain bernama Soedarmo alias Soetardi bikin cerita lain di daerah pesisir barat Sumatra juga, tepatnya di Tarutung. Menurut koran De Locomotief (11 Oktober 1938) dan De Sumatra Post (4 Oktober 1938) kisahnya terjadi antara 9-10 September 1938. Kasusnya pencurian uang.


Kasus terjadi ketika Kopral Soedarmo melihat polah sekelompok prajurit rendahan mencurigakan. Menganggap kelompok itu akan mencuri uang, Kopral Soedarmo langsung menembak dua prajurit rendahan kelompok tadi. Para prajurit lain yang selamat pun kabur dengan membawa senapan dan 25 peluru.


Setelah menembak mati kedua prajurit itu, Kopral Soedarmo melaporkan kejadian tersebut. Pihak berwenang lalu mencium sebuah kejanggalan lantaran di dekat mayat tersebut ditemukan uang sebesar 3.000 gulden. Sementara, koran Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië edisi 10 Oktober 1938 menyebut uang yang hilang jumlahnya lebih dari 3.000 gulden. Maka menurut pihak berwenang, ada sekira 2.000 gulden uang curian yang dianggap hilang.



Setelah dua serdadu yang dituduh mencuri dan terbunuh tadi dimakamkan, Kopral Soedarmo mesti menjalani pemeriksaan. Dia diperiksa berkali-kali.


Kejelasan kisahnya akhirnya didapat kemudian, yang diberitakan koran Bataviaasch Nieuwsblad edisi 28 Oktober 1938). Di malam kejadian, kata Bataviaasch Nieuwsblad mengutip keterangan Kopral Soedamo, Roem dan Gana, kedua prajurit rendahan yang ditembak Soedarmo, dapat tugas jaga. Entah bagaimana ceritanya, Soedarmo yang ada di lokasi kemudian mengatakan tahu bahwa Roem dan Gana akan merayu istrinya dan akan memberi uang juga. Mengetahui istrinya digoda, sebagai suami Soedarmo langsung cemburu dan naik pitam. Penembakan Roem dan Gana pun terjadi.


Keterangan Soedarmo dibantah istrinya dalam pemeriksaan kemudian. Sang istri juga mengatakan pernah menemukan uang 200 gulden di kamar mandi yang tidak jelas asal-muasalnya.


Sisa uang yang dicuri, 1.800 gulden, kemudian berhasil ditemukan. Kopral Soedarmo pun dianggap sebagai pelaku utama dalam kejahatan tersebut. Dia lalu ditahan di penjara militer, kemungkinan di Ngawi, Jawa Timur, tempat satu dari beberapa penjara militer era Hindia Belanda berada.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
transparant.png
bottom of page