Diperbarui: 29 Jul
SUATU hari di akhir dekade 1920-an. Sebuah rombongan pengangkut kiriman uang berjalan melintasi pesisir barat Sumatra. Mereka dikawal pasukan militer. Seorang prajurit bersenapan berjalan di depan, seorang kopral dan seorang prajurit lain mengikuti di belakangnya.
Di dalam rombongan tersebut terdapat seorang tahanan Irlandia yang berbahaya. Ia berjalan di belakang rombongan tadi dengan tangan diborgol. Di belakangnya, terdapat prajurit-prajurit yang membawa kotak uang.
Kendati jalur yang mereka lalui cukup berat, prajurit yang berada di belakang tak tertinggal. Namun hal itu membuat tahanan yang mereka bawa justru punya peluang untuk kabur. Maka begitu melihat adanya peluang, si tahanan langsung memukul keras-keras kepala prajurit di depannya menggunakan borgolnya. Dia pun kabur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















