- M.F. Mukhti
- 14 Jun 2013
- 2 menit membaca
Diperbarui: 19 Des 2025
ENRICO Pieri takkan menyerah memperjuangkan keadilan. Meski keberhasilan belum kunjung tiba, bersama beberapa kawannya yang masih hidup, dia berusaha membuka kasus pembantaian massal di desa Sant’Anna di Stazzema, Tuscany, Italia, yang dilakukan pasukan SS Nazi-Jerman.
“Saya tahu itu takkan mudah dilalui,” ujar Pieri, sebagaimana dilansir Inter Press Service, 10 Juni lalu.
Pembantaian ini terjaid pada Perang Dunia II. Menyusul pembebasan Florence, ibukota Tuscany, dari Jerman pada 10 Agustus 1944, Sekutu terus mendesak rivalnya. Jerman merespons dengan membentuk garis perlawanan, yang salah satu titiknya berada di desa Sant’Anna.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












