top of page

Elizabeth Ida dan Gambar yang Bicara

Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Elisabeth Ida menjelaskan pada pengunjung pameran fotografi "De/Re Konstruksi 1965, Sejarah Siapakah?" di Kedai Tempo, Jakarta, Sabtu, (20/2). (Nugroho Sejati/Historia.ID).

21 Feb 2016
2 menit membaca

Diperbarui: 8 Sep

GAMBAR beringin, mozaik orang baris-berbaris, lelaki berpeci dengan mata menyalang, monumen Lubang Buaya, yang terbingkai dalam satu poster foto, menyambut pengunjung di ruang pamer Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu 68 H-Jakarta. 


Poster foto itu tidak sendiri, masih ada empat instalasi video dan sepuluh karya fotografi di sana, yang tersaji dalam pameran tunggal Elizabeth Ida Mulyani dengan tajuk "De/Re Konstruksi 1965, Sejarah Siapakah?" yang dikuratori oleh Joachim Naudts.


Pada sudut ruangan, terpampang 24 potongan foto seukuran kartu pos dari film Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer, mulai dari penjemputan jenderal, tentara yang menembak, hingga ekspresi pada jenderal yang akan dieksekusi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page