top of page

Fasilitas “Plus-plus” dalam Konferensi Asia Afrika

Perhelatan akbar tingkat dunia itu sedikit ternoda. Dikabarkan adanya panitia istimewa yang menyediakan pelayanan seks bagi para utusan negara peserta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana gala dinner Konfrensi Asia Afrika di Hotel Savoy Homan, Bandung, 19 April 1955. Gambar hanya sebagai ilustrasi. (UNESCO/Wikimedia Commons).

30 Apr 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Jun

SEPEKAN setelah Konfrensi Asia Afrika (KAA) rampung dengan sukses, bau skandal justru tercium ke tengah publik. Koran Indonesia Raya bikin geger dengan berita adanya “Panitia Ramah Tamah” selama konferensi tersebut. Isu itu dibongkar langsung oleh pemimpin redaksinya, Mochtar Lubis.


Pada waktu meliput konferensi, seperti terkisah dalam biografinya, Mochtar Lubis diberitahu desas-desus kartu “hospitality comitee” dari Panitia Ramah Tamah. Dengan kartu itu, si empunya bakal punya akses memasuki “rumah aman” (safe house). Rumah itu seperti halnya rumah bordil yang menyediakan perempuan untuk layanan prostitusi. Untuk membuktikannya, Mochtar bahkan melakukan investigasi langsung ke rumah-rumah itu, mewawancarai para perempuan yang menjadi penghuninya dan menyiarkan berita itu sebagai liputan eksklusif.


“Kemudian Mochtar menyatakan secara pribadi bahwa ia tak keberatan jika laki-laki dalam kedudukan berwenang berkunjung ke pelacur, tetapi yang ia tolak adalah pemerintah menyediakan perempuan bagi para utusan konferensi,” ungkap David T. Hill dalam Jurnalisme dan Politik di Indonesia: Biografi Kritis Mochtar Lubis (1922-2004).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
transparant.png
bottom of page