Diperbarui: 3 hari yang lalu
NI Wayan Gedong tak beruntung ketika berkesempatan mengunjungi India pada 1953. Tokoh panutannya, Mahatma Gandhi, telah meninggal lima tahun sebelumnya. Alhasil, Gedong tak bisa bertemu langsung tokoh yang banyak menginspirasinya itu.
Kendati begitu, Gedong yang lahir di Karangasem, Bali pada 3 Oktober 1921 sebetulnya termasuk orang beruntung. Lahir dari keluarga pejabat kolonial, Gedong punya kesempatan yang tak dimiliki kebanyakan anak sebayanya, yakni mendapat pendidikan layak. Gedong bersekolah di Holands Inlandsche School (HIS) Klungkung, lalu melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Yogyakarta dan Algemeene Middelbare School (AMS) Batavia.
Meski menikmati banyak keistimewaan, Gedong didik keras oleh ayahnya, I Wayan Komang, yang merupakan sekretaris Karangasem Raad. Komang termasuk orang yang menentang sistem kasta di Bali. Pendirian ini kemudian ditanamkannya pada Gedong sehingga membentuk karakter Gedong menjadi seorang yang egaliter.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















