top of page

Gemuruh Sejarah Panser Biru

Basis suporter fanatik PSIS yang tak semata ada di Semarang. Masih menanti masa kejayaan klub kesayangannya terulang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mural Panser Biru di Sekretariat DPP Panser Biru di Stadion Citarum. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

1 Jan 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

CATATAN buruk PSIS di Liga 1 musim 2024-2025 pada periode “Boxing Day” berlanjut hingga bikin salah satu basis suporter fanatiknya, Panser Biru, prihatin. Usai keok 1-3 dari Malut United di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, pada 22 Desember 2024, klub besutan Gilbert Agius asal Malta itu hanya memetik hasil imbang 0-0 kala bertandang ke Barito Putra di laga penutup akhir tahun, Minggu (29/12/2024). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page