top of page

Gert Oostindie: Perang Belanda di Indonesia, Salah!

Sejarawan Belanda ini mengatakan bahwa Belanda sebenarnya menjalankan perang yang tidak perlu. Perang itu salah. Namun, politik saat itu menyatakan harus perang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gert Oostindie, guru besar sejarah Universitas Leiden Belanda. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

5 Jun 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 7 Agu 2025

INDIE verloren, rampspoed geboren (Hindia Belanda hilang, malapetakan menjelang). Semboyan inilah yang membuat Belanda tak rela kehilangan negeri koloninya: Indonesia. Belanda menafikan kemerdekaan Indonesia. Untuk merebut kembali Indonesia, Belanda mengerahkan ratusan ribu tentara. Lebih dari setengahnya pemuda berusia tak lebih dari 20 tahun. Mereka mengikuti wajib militer ke Indonesia. Indonesia tak sudi dijajah lagi. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page