top of page

Gesang Telah Terbang

Hidup Gesang bagaikan sungai Bengawan Solo yang berliku. Kini, ia telah bermuara ke samudera keabadian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gesang.

  • 21 Mei 2010
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

BENGAWAN Solo akan tetap sebagai sungai apabila Gesang tidak menuangkannya menjadi syair lagu nan syahdu. Semuanya bermula saat musim kemarau di tahun 1940, saat Gesang muda duduk di tepian sungai menatap Bengawan Solo yang surut. Ia pun mulai mengungkai kata demi kata, merangkainya menjadi syair pada secarik kertas pembungkus rokok. Enam bulan kemudian, Gesang menjuduli tembang barunya itu Bengawan Solo. Sejarah pun terukir.


Bengawan Solo begitu populer. Kepopulerannya mengalir jauh hingga ke mancanegara. “Lagu dengan irama keroncong ini telah diterjemahkan dan dinyanyikan dalam bahasa-bahasa asing,” tulis IzHarry Agusjaya Moenzir dalam Gesang: mengalir meluap sampai jauh. Di Jepang, Bengawan Solo sangat digemari sehingga pernah dijadikan soundtrack sebuah film layar lebar. Jepang pula yang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi Gesang di dalam memopulerkan keroncong.


Beberapa tahun Bengawan Solo setelah diciptakan dan melejit tenar, sebetulnya Gesang sudah menciptakan dua buah lagu, salah satu yang terkenal adalah Keroncong Piatu. Lagu-lagu lain yang juga tak kalah tenarnya adalah Jembatan Merah, Sapu Tangan, Pamitan (dipopulerkan Broery Pesulima), dan Caping Gunung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
transparant.png
bottom of page