top of page

Greenland Dikuasai Denmark, Diancam Amerika Serikat

Ratusan tahun Greenland di bawah kekuasaan Denmark, kini terancam dianeksasi Amerika Serikat. Orang Greenland sendiri ingin merdeka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masyarakat Greenland merayakan hari nasionalnya setiap 21 Juni (X @GreenlandRepDC)

17 Jan
5 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

GREENLAND, pulau terbesar di dunia itu luasnya 2,16 juta kilometer persegi, sekitar 19,6 persen lebih besar dari luas wilayah Indonesia. Menariknya, Indonesia punya hubungan perdagangan dengan negeri yang berada di bawah kedaulatan Denmark itu meski nilainya relatif kecil.


Mengutip data Market Inside, per Oktober 2024-September 2025 nilai perdagangan kedua negara ini mencapai US$146 ribu atau setara Rp2,46 miliar. Indonesia mengekspor berbagai macam produk besi dan baja, mesin dan peralatan elektronik, produk-produk keramik, tekstil, hingga furnitur.


Meski masih di bawah Denmark, Greenland bisa mengatur negerinya sendiri sejak 2009, termasuk soal perdagangan. Hak otonom mereka dapatkan lewat Undang-Undang Pemerintahan Mandiri sehingga mereka punya parlemen dan perdana menteri (PM). Suatu perubahan yang selangkah lebih dekat menjadi negara merdeka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page