- 8 Agu 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
LEIF Tronstad tak punya pilihan lain. Ketimbang dipaksa Jerman terlibat dalam proyek bom atom di pabrik Norsk Hydro Rjukan di Vemork dan membuatnya jadi pengkhianat pada negerinya, ilmuwan-perwira militer Norwegia itu memilih kabur dari negerinya meninggalkan anak dan istri.
Sebelumnya, Tronstad jadi salah satu konsultan militer di pabrik produksi air berat itu. Di akhir 1930-an, ia belum insyaf bahwa air berat bakal dijadikan salah satu bahan terpenting untuk percobaan atom uranium guna produksi bom atom. Faktor ini yang membuat Jerman menargetkan instalasi tersebut untuk diambilalih ketika menginvasi Norwegia 8 April-10 Juni 1940.
Saat Norwegia diduduki, Tronstad masih bertahan bersama para anggota perlawanan bawah tanah Skylark B. Kelompok partisan itu rutin melakukan kontak dengan Inggris sejak Januari 1941.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















