top of page

Hendrik Sihite, Komandan Pasukan Kelima Sekaligus Agen Ganda

Hendrik Sihite dicurigai sebagai agen Belanda untuk memicu bentrokan antara pejuang Republik dengan Jepang dan Sekutu. Nasibnya berakhir tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Hendrik Sihite. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

17 Apr 2025
4 menit membaca

MESKI namanya kurang begitu dikenal, Hendrik Sihite merupakan pentolan laskar yang berpengaruh pada masa awal revolusi di Sumatra Utara. Sihite merupakan pimpinan Laskar Pesindo sekaligus mengepalai unit pasukan khusus di dalamnya yang bernama Pasukan Kelima. Seperti marganya, hampir semua anggota Pasukan Kelima di bawah Sihite berasal dari suku Batak Toba.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page