- 15 Jul 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 Agu
KECAP merupakan pelengkap dan penyedap makanan khas dari negeri Timur. Sejak awal ditemukan, kecap terus berevolusi hingga kini. Kecap berkembang dan menjadi khas di masing-masing daerah, tergantung ketersediaan bahan dan selera masyarakat setempat.
Sekira 2.500 SM, orang Tiongkok telah mengenal kecap. Kala itu kecap mulanya identik dengan kuah dari kaldu ikan. Menurut kitab Chau Lai, ritus seremonial Dinasti Chau yang ditulis sebelum tahun 1.000 SM, kaisar menggunakan 120 botol kecap untuk pelengkap dan penyedap makanan. Kwangtung dikenal sebagai penghasil kecap di sana, sehingga Canton sebagai ibukota secara alamiah menjadi pusat industri dan perdagangan kecap. Penggunaan kecap menyebar ke Jepang seiring penyebaran agama Buddha.
Di sana, saus serupa disebut shoyu, yaitu hasil fermentasi kedelai yang ditambah air garam. Di Nusantara, masyarakat mengkonsumsi kecap khas yakni kecap manis. Ia terbuat dari kedelai dan gula merah atau gula aren, yang telah lama dikenal di Nusantara bahkan sebelum gula tebu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















