- 24 Apr 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
KEPULAN asap membias di langit-langit atap sebuah rumah tua di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten, berebut keluar dari cerobong. Beberapa karyawan sibuk mengaduk adonan yang kental dan pekat dengan gayung seng. Peluh mengucur di sekujur tubuh.
Di depan pintu rumah, berkaca mata dan berkemeja kotak-kotak, Setyadi mengawasi kerja anak buahnya. Sesekali dia begitu ringan tangan membantu pekerjaan. “Ini usaha keluarga, jadi saya bukan pemiliknya. Saya hanya dipercaya oleh keluarga untuk mengurusi usaha ini,” kata Setyadi alias Teng Tek Yan.
Setyadi adalah generasi keempat dalam garis keturunan Teng Hay Soey, pengusaha Tionghoa yang kemudian membangun usaha pembuatan kecap ini pada 1882. Setyadi dipercaya mengelola pabrik setelah ayahnya, Taufik atau Teng Tjiong Cwan, memutuskan pensiun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















