top of page

Mengecap Lezatnya Kecap

Kecap manis asli dari Indonesia. Ia teman setia berbagai masakan khas Nusantara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kecap Benteng keluaran pabrik Teng Giok Seng v/h Teng Hay Soey. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

3 Jul 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

KEPULAN asap membias di langit-langit atap sebuah rumah tua di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten. Beberapa karyawan sibuk mengaduk adonan kental nan pekat. Peluh mengucur di sekujur tubuh. Di depan rumah, Setyadi alias Teng Tek Yan mengawasi anak buahnya. Sesekali dia ringan tangan membantu pekerjaan.


“Ini usaha keluarga, jadi saya bukan pemiliknya. Saya hanya dipercaya oleh keluarga untuk mengurusi usaha ini,” kata Setyadi, pemilik pabrik kecap Teng Giok Seng. Pabriknya memproduksi kecap cap Burung dan Istana.


Setyadi adalah generasi keempat dalam garis keturunan Teng Hay Soey, pengusaha yang membangun pabrik kecap ini pada 1882.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page