- 3 Jul 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 23 jam yang lalu
KEPULAN asap membias di langit-langit atap sebuah rumah tua di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten. Beberapa karyawan sibuk mengaduk adonan kental nan pekat. Peluh mengucur di sekujur tubuh. Di depan rumah, Setyadi alias Teng Tek Yan mengawasi anak buahnya. Sesekali dia ringan tangan membantu pekerjaan.
“Ini usaha keluarga, jadi saya bukan pemiliknya. Saya hanya dipercaya oleh keluarga untuk mengurusi usaha ini,” kata Setyadi, pemilik pabrik kecap Teng Giok Seng. Pabriknya memproduksi kecap cap Burung dan Istana.
Setyadi adalah generasi keempat dalam garis keturunan Teng Hay Soey, pengusaha yang membangun pabrik kecap ini pada 1882.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















