- 30 Nov 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
KABAR Proklamasi akhirnya sampai ke Bogor. Masyarakat menyambut gembira. Bendera merah putih berkibar. Pasar menjadi lebih ramai. Di tengah euforia kemerdekaan, Soedjono datang mengadu nasib ke Bogor, meninggalkan tanah kelahirannya di Juwana, Pati, Jawa Tengah. Modalnya cuma satu: keahlian membuat kecap manis.
Soedjono (Cheng Tjong Tian) lahir dari keluarga pengusaha tahu dan kecap di daerah Juwana, Pati, Jawa Tengah, sekira tahun 1907. Dari orang tuanya, Soedjono mewarisi keahlian membuat kecap. “Dengan bakat membuat kecap dari engkong (kakek) dari Juwana, ayah saya membuka usaha di Bogor,” ujar Soenardi, 82 tahun, putra sulung Soedjono.
Di Bogor, Soedjono tinggal di Purbasari, kawasan Gunung Batu –sekarang masuk wilayah administrasi kecamatan Bogor Barat. Di sana dia membeli rumah dengan lahan seluas sekira 1.500 meter persegi. Dibantu empat pekerja, mulailah dia membuat kecap manis, yang mendapat label kecap cap Badak. Awalnya dia hanya memenuhi kebutuhan kecap masyarakat setempat. Usahanya laris manis. Setelah usahanya mapan, Soedjono memboyong istri, anak, dan orang tuanya ke Bogor.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















