top of page

Kisah Manis Gula Aren

Gula aren digunakan sebagai bahan baku berbagai masakan, kudapan, ataupun bahan pendamping makanan. Produksi dan konsumsinya melekat sebagai tradisi khas Nusantara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengolahan nira menjadi gula secara tradisional di Jawa, 1910-an. (KITLV).

  • 14 Jul 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 16 jam yang lalu

JAUH sebelum mengenal gula tebu, masyarakat Nusantara, terutama Jawa, sudah memproduksi dan mengkonsumsi gula aren. Beragam makanan dan minuman khas Nusantara menggunakan gula aren, termasuk kecap manis, pelengkap dan penyedap makanan khas negeri ini.


Tak diketahui pasti kapan kali pertama masyarakat Nusantara mengolah nira dari pohon aren untuk membuat gula aren. Namun, diyakini teknik pengolahan gula aren sudah dikenal lama dan bertahan secara turun-temurun.


Catatan tertua yang tersedia mengenai sentra pembuatan gula aren tersua dalam prasasti Biluluk (1366-1395), yang dikeluarkan penguasa Jawa pada akhir abad ke-14. Prasasti ini berisi titah raja kepada keluarga kerajaan yang memerintah di Biluluk dan Tanggulunan, keduanya berada di wilayah otonom Lamongan yang sangat berarti bagi kerajaan Majapahit. Isinya antara lain memberi kebebasan kepada rakyat untuk bergiat di berbagai kegiatan, termasuk membuat gula aren, tanpa dipungut pajak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
transparant.png
bottom of page