top of page

IGK Manila dan Bung Karno Makan Sepiring Berdua

Meski hanya 11 hari mengawal Bung Karno di Wisma Yaso, mendiang IGK Manila menyimpan kesan mendalam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mendiang Mayjen (Purn.) I Gusti Kompyang Manila yang pernah mengawal Presiden Sukarno meski tak sampai dua pekan (Fernando Randy/Historia.ID)

  • 20 Agu 2025
  • 5 menit membaca

BANYAK orang mengenal mendiang I Gusti Kompyang (IGK) Manila sebagai perwira yang banyak jasa dalam olahraga, dari sepakbola hingga wushu. Purnawirawan mayor jenderal itu juga dikenal sebagai “Panglima Gajah” karena keberhasilannya memindahkan ratusan gajah di Sumatera Selatan. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa di masa mudanya Manila pernah menemani Presiden Sukarno di masa kesepiannya di Wisma Yaso. 

 

Pria kelahiran Singaraja, Buleleng, Bali pada 8 Juli 1942 itu meretas kariernya di militer dengan jadi taruna Akademi Militer Nasional (AMN) di Lembah Tidar, Magelang kurun 1961-1964. Saat menjadi taruna itulah Presiden Sukarno berkunjung didampingi sejumlah perwira tinggi, termasuk Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) Letjen Ahmad Yani. Mengingat Bung Karno juga punya darah Bali, ia pun melempar satu pertanyaan pada Manila. 

 

“Bung Karno bertanya, mau jadi apa setelah lulus AMN? Manila menjawab, ingin menjadi pengawal Presiden. Jawaban yang membuat Jenderal Ahmad Yani yang ikut hadir, lantas tertawa. Jenderal Yani mengatakan, ‘Pengawal Presiden itu (pangkatnya) kolonel, seperti Maulwi Saelan, bukan letnan dua.’ Manila hanya terdiam,” tulis Hardy R. Hermawan dan Edy Budiyarso dalam biografi IGK Manila: Panglima Gajah, Manajer Juara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
transparant.png
bottom of page