- 2 Okt 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 Sep 2025
SITI Prihatin bin Djajamisastra hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sesekali nafasnya sesak. Diagnosa dokter mengatakan dia terkena pembengkakan jantung. Selain itu, “karena ibu sudah sepuh, dokter bilang tenggorokannya mengecil,” kata Tuti, putri kedua Prihatin, kepada Historia, 19 Septemer lalu. "Jadi makannya kalo nggak bubur ya nasi halus."
Prihatin, 88 tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. “Kalo malem melek, minta ditemani terus cerita,” kata Sarah, putri Prihatin yang lain. Selain menanyakan kabar orang-orang terdekatnya, Prihatin masih suka bercanda ketika terbangun. “Coba ditulis, Ibu Mangil sekarang sudah tua,” katanya sambil tertawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












