top of page

Ketabahan Seorang Istri Pengawal Sukarno

Mangil Martowidjojo, pengawal paling awal Sukarno ditahan tanpa diadili. Dilabeli PKI membuat keluarganya dikucilkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Siti Prihatin bin Djajamisastra, istri Komisaris Besar Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden Sukarno, dan anak bungsunya, Teguh Mangil. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

  • 2 Okt 2017
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 2 Sep 2025

SITI Prihatin bin Djajamisastra hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sesekali nafasnya sesak. Diagnosa dokter mengatakan dia terkena pembengkakan jantung. Selain itu, “karena ibu sudah sepuh, dokter bilang tenggorokannya mengecil,” kata Tuti, putri kedua Prihatin, kepada Historia, 19 Septemer lalu. "Jadi makannya kalo nggak bubur ya nasi halus."


Prihatin, 88 tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. “Kalo malem melek, minta ditemani terus cerita,” kata Sarah, putri Prihatin yang lain. Selain menanyakan kabar orang-orang terdekatnya, Prihatin masih suka bercanda ketika terbangun. “Coba ditulis, Ibu Mangil sekarang sudah tua,” katanya sambil tertawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page