top of page

Pengawal-pengawal Terakhir Sukarno*

Mereka dulu anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) yang siap mati demi keselamatan Presiden Sukarno. Mereka dari kepolisian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para mantan anggota DKP dan keluarga hadir dalam acara Silaturahmi DKP, 15 Oktober 2023 (Petrik/Historia)

18 Okt 2023
3 menit membaca

IRAMA musik keroncong mengalun dari salah satu rumah nan asri di sekitar kawasan Limo, Depok, Jawa Barat. Tuan rumahnya, Mayor Purnawirawan Sribusuno, menyapa satu persatu tamu-tamu yang bertandang ke rumahnya pagi, 15 Oktober 2023, itu. Mereka yang datang itu sejawat Sribusuno ketika dulu mengawal Presiden Sukarno.


Selain anak-anak Kombes Mangil Martowidjojo, atasan Sribusuno sekaligus komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP), tampak hadir dalam acara tersebut anak dan menantu Kapten Sogol Djauhari Abdul Muchid. Sogol dikenal sebagai juru cicip makanan dan minuman yang akan disuguhkan kepada Bung Karno agar si Bung tidak keracunan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page