- 4 Jul 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 15 Mei
DI MASA-masa awal Indonesia merdeka, pemerintah menghadapi kesulitan akibat keterbatasan dana. Pemerintahan bekerja seadanya sehingga tidak mirip dengan pemerintahan yang selayaknya.
“Kami tidak memiliki apa-apa. Tidak ada mesin ketik, alat kantor, pesawat terbang; satu-satunya peralatan radio yang dapat diselamatkan buatan tahun 1935. Kami juga tidak memiliki uang,” kata Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Uang Jepang masih dapat ditemukan, tetapi nilainya merosot. Pemerintah Indonesia kemudian mencetak Oeang Republik Indonesia (ORI) di Malang pada 1946. Menurut Sukarno, meski secara teori Indonesia telah memiliki uang sendiri, tetapi mutunya tidak bagus sehingga tidak diterima di luar negeri. “Kami tidak mempunyai apa-apa sebagai penjamin uang kertas itu...,” katanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




.jpeg)













