top of page

Jalan Terjal Serdadu Kolonial

Sebagai serdadu kolonial, Oerip Soemohardjo bertugas di berbagai tempat. Ia mengundurkan diri karena berselisih dengan bupati Purworejo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Oerip Soemohardjo bertunangan dengan Rohmah Soebroto di Magelang, 7 Mei 1926. (Repro Oerip Soemohardjo Letnan Jendral TNI, 22 Februari 1893-17 November 1948).

13 Agu 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

BATAVIA, suatu pagi di bulan Oktober 1914. Cuaca begitu cerah. Udara amat segar. Sepasukan seksi kecil KNIL bersemangat menuju lapangan tembak di Sunter. Sambil berjalan mereka acap bersiul. Di tengah perjalanan, mereka mendapati seekor kerbau yang tertambat pada sebuah tonggak pendek. Tanpa mereka duga, hewan piaraan penurut itu lepas dan langsung berlari menuju jalan besar tempat mereka melintas.


Dalam sekejap, serdadu-serdadu itu langsung memanjat pohon-pohon di pinggir jalan sembari memaki kerbau itu. Kerbau itu anteng di bawah pohon. Satu-satunya serdadu yang tak memanjat pohon adalah yang berkulit paling hitam dan bertubuh paling pendek: Oerip Soemohardjo. Sambil melinting rokok tembakau shagnya, dia tertawa. Dialah komandan seksi itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
transparant.png
bottom of page