- 13 Agu 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
BATAVIA, suatu pagi di bulan Oktober 1914. Cuaca begitu cerah. Udara amat segar. Sepasukan seksi kecil KNIL bersemangat menuju lapangan tembak di Sunter. Sambil berjalan mereka acap bersiul. Di tengah perjalanan, mereka mendapati seekor kerbau yang tertambat pada sebuah tonggak pendek. Tanpa mereka duga, hewan piaraan penurut itu lepas dan langsung berlari menuju jalan besar tempat mereka melintas.
Dalam sekejap, serdadu-serdadu itu langsung memanjat pohon-pohon di pinggir jalan sembari memaki kerbau itu. Kerbau itu anteng di bawah pohon. Satu-satunya serdadu yang tak memanjat pohon adalah yang berkulit paling hitam dan bertubuh paling pendek: Oerip Soemohardjo. Sambil melinting rokok tembakau shagnya, dia tertawa. Dialah komandan seksi itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












