- 12 Agu 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
SEPUCUK surat datang tiba-tiba. Saat ditelisik, Guru Mohamad Isa Soemohardjo segera maklum bahwa surat itu datang dari Oerip, si anak hilang yang kabur ke Meester Cornelis di Batavia. “Isinya berkisar tentang permintaan maaf sekaligus permohonan agar sang ayah berkenan mengirimkan uang seribu gulden untuk jaminan masuk Sekolah Militer,” kisah Rohmah Soemohardjo dalam Oerip Soemohardjo, Letnan Jenderal TNI (22 Februari 1893-17 November 1948).
Guru Isa memenuhi permintaan tersebut. Namun, dia masih berupaya membujuk si sulung untuk kembali sekolah di OSVIA, dengan iming-iming seribu gulden lagi. Suatu permintaan yang mustahil dipenuhi Oerip yang kadung betah di Batavia. “Pakde Oerip kukuh dengan pendiriannya menjadi tentara,” ujar Sri Pratiwi Soetarti (85), salah satu keponakan Oerip.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












