top of page

Duta Prancis di Kesultanan Banten

Jean Baptiste De Guilhen memimpin loji Prancis di Banten. Dipercaya sultan, sehingga perniagaannya lancar sampai diizinkan membangun tempat ibadah di lojinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Orang asing (Portugis) dan budaknya sebagai juru bahasa di Banten, 1596. Foto: repro Orang Indonesia dan Orang Prancis: Dari Abad XVI sampai dengan Abad XX karya Bernard Dorleans.

13 Apr 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

JEAN BAPTISTE DE GUILHEN, Pilavoine, dan Calmel lalu mendapat tugas mengurus loji Prancis di Banten yang baru didirikan. Sultan Banten Ageng Tirtayasa memberi izin pendirian loji Prancis sebagai balasan atas niat baik Prancis yang berjanji membantu Banten dalam usahanya mengalahkan Palembang. Sultan juga berjanji akan memberikan konsesi di Bangka Belitung, yang meminta perlindungan Banten, kepada Prancis kelak ketika kepulauan itu sudah lepas dari Palembang.


Tugas pertama, mencari muatan untuk kapal Saint Francois, berhasil diselesaikan Guilhen dengan baik. Dia mendapatkan 2500 bahar lada hitam, di antaranya didapatkan langsung dari Syahbandar Kaytsu.


Perniagaan kompeni Prancis di Banten kian lancar berkat tangan dingin Guilhen, meski tak selalu semulus seperti diperkirakan sebelumnya. Guilhen, misalnya, dengan mudah mendapatkan pinjaman 20 ribu real dari sultan saat sebuah kapal Prancis tiba dengan muatan terlalu sedikit pada 28 Mei 1680.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page