top of page

Jejak Kak Seto

Sejak muda Kak Seto mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak. Kini dia tengah dikecam.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 8 Sep 2022
  • 3 menit membaca

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang dikenal sebagai Kak Seto, dihujat karena peduli kepada anak-anak Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Maklum Ferdy Sambo dan istrinya sedang menjadi “musuh bersama” masyarakat karena terlibat dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.


Kak Seto khawatir dengan anak-anak Putri dan Ferdy Sambo. Dia mendengar anak mereka yang remaja menjadi sasaran perundungan (bullying). Sementara anak yang paling kecil masih membutuhkan air susu ibu. Putri pun tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan. Sehingga masyarakat membandingkan perlakuan terhadap Putri dengan ibu-ibu dari masyarakat biasa yang dipenjara bersama anak-anaknya. Publik juga menilai kepedulian Kak Seto hanya kepada anak-anak Putri dan Ferdy Sambo.


Kak Seto bukan “anak kemarin sore” dalam membela anak-anak Indonesia. Kehadiran orang-orang yang peduli kepada anak-anak seperti Kak Seto selalu dibutuhkan mengingat hak-hak anak kerap dilanggar bahkan oleh orang tuanya sendiri.



Menurut Konvensi Hak-Hak Anak Internasional, anak memiliki hak-hak antara lain: Hak kelangsungan hidup yaitu hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya. Hak perlindungan yaitu perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Hak tumbuh kembang yaitu hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Hak berpartisipasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.


Kak Seto tentu berpegang pada hasil konvensi internasional tersebut. Selain itu, dia juga berpedoman pada UU No. 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak, di mana dia berperan dalam penyusunannya. Dalam majalah Parlementaria Nomor 40 Tahun 2002, Kak Seto menyebut Komisi Nasional Perlindungan Anak banyak dilibatkan melalui satu tim khusus dalam memberikan masukan-masukan untuk bisa disusunnya pasal-pasal dalam Rancangan Undang-Undang Perlindungan Anak tahun 1992.


Kak Seto juga peduli dengan pekerja anak. Menurutnya, meski harus membantu orang tua, seorang anak haruslah punya waktu untuk belajar dan bermain. Masih banyak orang tua yang tidak paham pentingnya bermain bagi anak-anak. Bermain dianggap sebagai sesuatu yang percuma, padahal dalam bermain anak-anak juga belajar dengan cara yang menyenangkan.



Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Setelah lulus SMA St. Louis Surabaya, dia mencoba masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Karena gagal, dia memutuskan pergi ke Jakarta.


Selama di Jakarta, seperti diakuinya dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985–1986, Kak Seto pernah menjadi tukang cuci dan tukang bersih-bersih pada sebuah keluarga yang rumahnya besar. Di rumah itu, dia merawat anak pemilik rumah. Pernah pula dia menjadi kuli bangunan. Sejak muda dia juga sudah menulis di majalah anak Si Kuncung.


Suatu hari, Kak Seto melamar untuk magang kepada Pak Kasur yang mengasuh anak-anak di TVRI. Dia tertarik setelah melihat keseruan Pak Kasur bermain dengan anak-anak. Pengetahuan Kak Seto tentang dunia anak-anak bertambah setelah belajar dari Pak Kasur dan kuliah psikologi di Universitas Indonesia.



Dalam beberapa tahun kemudian, Kak Seto bisa membuat kegiatan mengasuh anak-anak seperti Pak Kasur pada era 1970-an. Ketika itu usianya sekitar 20-an tahun. Sejak muda itu pula dia sudah dikenal sebagai pegiat anak.


Kak Seto muda pernah ikut bermain dalam film tentang anak-anak berjudul Tangan-tangan Mungil (1981). Popularitasnya semakin menanjak di dunia anak-anak. Tidak heran jika sekitar 1983, dia menjadi Ketua Pelaksanaan Pembangunan Istana Anak-anak di Taman Mini Indonesia Indah. Tahun berikutnya, dia mendirikan Yayasan Nakula Sadewa yang menampung anak-anak kembar. Kak Seto sendiri lahir sebagai anak kembar. Saudara kembarnya seorang dokter, Kresna Mulyadi.


Kak Seto yang mengaku bengal ketika kecil, pada era 1990-an kerap tampil di televisi bersama karakter boneka bernama Komo. Acara ini memperkaya hiburan untuk anak-anak.


Saat ini Kak Seto tengah dikecam karena peduli kepada anak-anak Putri dan Ferdy Sambo. Itu menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya selama 52 tahun untuk anak-anak Indonesia.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page