top of page

Jejak Peradaban di Sepanjang Sungai Batanghari

Jejak peradaban banyak ditemukan di sepanjang Sungai Batanghari. Salah satunya Kompleks Percandian Muarajambi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Astano yang berada di dalam gugusan Percandian Muarajambi dan pemandangan Sungai Batanghari di dekatnya. (Robby Kurniawan/Shutterstuck).

4 Nov 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

DI Jambi, Sungai Batanghari adalah yang terpanjang. Mengalir sejauh 800 km, sungai ini menembus wilayah Jambi dari hulunya di Gunung Rasan, Sumatra Barat, kemudian bermuara di pantai timur Sumatra ke Laut Cina Selatan.


Di sepanjang alirannya, jejak perdaban masa lalu banyak ditemukan, seperti Koto Kandis, Muarajambi, Padang Roco, Pulau Sawah, dan Solok Sipin. Beberapa di antaranya bahkan dipilih oleh penguasa Melayu menjadi pusat pemerintahan.


Junus Satrio Atmodjo, arkeolog dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional, menjelaskan kehidupan di kawasan Sungai Batanghari sudah sangat tua. “Pengaruh prehistori kita dapatkan sampai ke Kerinci. Ada pengaruh dari Tiongkok juga. Ditemukan keramik-keramik dari masa Dinasti Han, abad ke-3,” jelasnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page