top of page

Sungai yang Membangun Peradaban di Sumatra

Muncul dan berkembangnya peradaban di Sumatra dimulai dari aliran sungai. Namun perannya terlupakan dalam penulisan sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pemandangan Sungai Musi dan Kota Palembang dari atas. (ImajiePro/Shutterstock).

30 Apr 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

BERBAGAI peradaban muncul di sepanjang aliran sungai. Termasuk Kadatuan Sriwijaya yang awalnya dimulai dari permukiman di Daerah Aliran Sungai Musi, mulai dari muara hingga hulunya.


“Jauh sebelum Sriwijaya lahir sudah ada permukiman di DAS Musi,” kata arkeolog Bambang Budi Utomo atau akrab disapa Tomi, dalam diskusi daring berjudul “Budaya Hindu Buddha di Pulau Sumatra” yang diadakan Balai Arkeologi Sumatra Utara, Rabu, 28 April 2021.


Sungai menjadi pintu masuk budaya luar ke Sumatra dan berbagai tempat lain di Nusantara. Mulanya dibawa para pedagang yang masuk ke pedalaman untuk mencari komoditas perdagangan. Jalurnya lewat sungai-sungai besar, seperti Sungai Musi, Batanghari, dan Kampar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page