top of page

Joris Ivens dan Dukungan Buruh Australia untuk Indonesia

Joris Ivens, sineas asal Belanda, mendukung kemerdekaan Indonesia melalui filmnya, Indonesia Calling.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Joris Ivens. (Wikimedia Commons).

8 Apr 2010
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

PELABUHAN Sydney, 1946. Sebuah kapal motor kecil menyusuri celah di antara kapal-kapal besar. Seorang lelaki kulit putih, berjas putih, melalui pengeras suara mengajak boikot kepada para buruh yang bekerja di kapal-kapal besar itu.


Brother, stop working. Brother, stop working,” teriaknya.


Sementara di darat, berkumpul beberapa lelaki berpeci dan mengenakan setelan jas necis lengkap dengan dasi. Dari wajahnya bisa ditebak: mereka orang Indonesia. Mereka membacakan pernyataan: “Saudara-saudara, kita tidak mundur dengan kebenaran.” Lalu mereka berbaris. Dari sudut lain muncul berduyun-duyun pelaut asing mengikuti arak-arakan rombongan itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page