- 8 Apr 2010
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Des 2025
PELABUHAN Sydney, 1946. Sebuah kapal motor kecil menyusuri celah di antara kapal-kapal besar. Seorang lelaki kulit putih, berjas putih, melalui pengeras suara mengajak boikot kepada para buruh yang bekerja di kapal-kapal besar itu.
“Brother, stop working. Brother, stop working,” teriaknya.
Sementara di darat, berkumpul beberapa lelaki berpeci dan mengenakan setelan jas necis lengkap dengan dasi. Dari wajahnya bisa ditebak: mereka orang Indonesia. Mereka membacakan pernyataan: “Saudara-saudara, kita tidak mundur dengan kebenaran.” Lalu mereka berbaris. Dari sudut lain muncul berduyun-duyun pelaut asing mengikuti arak-arakan rombongan itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















