Diperbarui: 30 Jun
KEPUNGAN kabut asap yang membelenggu pulau Sumatera dan Kalimantan beberapa bulan terakhir bukanlah hal baru. Bukan dimulai 20 tahun silam. Ratusan tahun lalu, asap pekat sudah sering membumbung, pernah dicatat para pejabat kolonial dan pengelana.
“Kepulan asap menjulang selama 1 atau 2 bulan sampai seluruh hutan habis dibumihanguskan,” kisah William Marsden dalam History of Sumatra yang pertama kali terbit tahun 1783.
Marsden pernah bertugas sebagai pegawai sipil di East India Company (Kongsi Dagang Inggris) yang berpusat di Bengkulu pada 1771 hingga 1779. Selama itu, dia berkelana meneliti etnografi dan kebiasaan suku-suku bangsa yang ada di pulau Sumatera.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















