top of page

Kejenakaan Haji Agus Salim

Kenangan lucu tentang Haji Agus Salim dari orang-orang yang mengenalnya secara dekat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Haji Agus Salim di tengah sahabat. (Wikimedia Commons).

2 Apr 2020
3 menit membaca

DIKENAL sebagai seorang intelektual dan diplomat handal, tidak menjadikan Haji Agus Salim melulu berurusan dengan hal-hal serius. Bahkan bisa dikatakan keseharian mantan menteri luar negeri Republik Indonesia itu sejak mudanya memang selalu dipenuhi kisah-kisah jenaka.


Almarhumah Bibsy Soenharjo (Siti Asia), salah satu putri Haji Agus Salim, mengakui kebiasaan melucu dari sang ayah. Selain itu hal yang disenangi Bibsy dari Haji Agus Salim adalah kebiasaanya untuk memberikan kebebasan berkespresi kepada anak-anaknya. Kendati sebagian besar putra dan putri Haji Agus Salim tidak pernah mengeyam bangku sekolah formal, namun  itu tidak menjadikan mereka kuper. Bahkan sebaliknya, di bawah didikan langsung sang ayah mereka justru tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berpengetahuan terutama dalam penguasaan bahasa asing.


 “Patjee (panggilan akrab keluarga untuk Haji Agus Salim) tak pernah memerintahkan atau memaksa kami untuk belajar. Kalaupun ia ingin memberitahu sesuatu, pasti dilakukannya dalam suasana santai dan penuh jenaka,” ujar perempuan sepuh yang menguasai secara baik beberapa bahasa Inggris, Belanda dan Jepang tersebut.


Mantan diplomat sekaligus tokoh Masyumi Mohamad Roem, mengakui asyiknya belajar dari Haji Agus Salim. Berbeda dengan guru-guru pada umumnya, Haji Agus Salim selain jenaka juga selalu tak menampilkan dirinya sebagai seorang yang paling tahu. Materi pengajaran pun akan mengalir begitu saja laiknya momen obrolan biasa.


“Dia selalu tanamkan kemauan untuk mencari sendiri pengetahuan lebih lanjut,” ungkap Roem dalam Manusia dalam Kemelut Sejarah.


Ada kejadian lucu yang selalu dikenang oleh Roem dari Haji Agus Salim. Ketika tinggal di Tanah Tinggi, Jakarta, jalan menuju rumah Haji Agus Salim selalu becek jika turun hujan. Situasi tersebut tak jarang  menjadikan para pemuda pergerakan yang kerap mengunjungi rumah Haji Agus Salim harus turun dari sepeda dan mengangkatnya ke atas guna menghindari lumpur yang memenuhi ban sepeda.


Kondisi itu kadang menjadi bahan ejekan Haji Agus Salim jika para pemuda itu datang dalam kondisi sangat payah dan kotor karena harus menangani sepedanya. Dalam suatu pertemuan dengan Mohamad Roem dan kawan-kawan, Haji Agus Salim sempat melontarkan leluconnya tentang itu:


“Hari ini anda datang secara biasa. Kemarin peranan sepeda dan manusia terbalik: manusia justru yang ditunggangi sepeda.”


Bukan hanya orang Indonesia saja yang merasakan hal tersebut. Jeff Last, salah satu tokoh sosialis Belanda, termasuk manusia yang sangat mengagumi Haji Agus Salim. Jeff mengakui dari Haji Agus Salim bahwa ia mendapatkan penjelasan yang mengesankan tentang Islam.


“Dalam kebijaksanaannya yang riang, beliau telah berhasil menghilangkan prasangka-prasangka yang bukan-bukan mengenai Islam yang saya peroleh ketika menjadi murid HBS Kristen,” tulis Jeff Last dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim.


Begitu kagumnya Jeff kepada Haji Agus Salim hingga seusai orang tua tersebut menyampaikan ceramahnya di depan anak-anak muda marxis Belanda di Kijkduin pada 1929, ia nekat mengajak Haji Agus Salim untuk mengunjungi rumahnya di Jalan Baarsjes. Tanpa diduga Haji Agus Salim menyambut baik ajakan Jeff itu.


Hanya dalam waktu semalam saja, Haji Agus Salim telah berhasil menarik hati seluruh keluarga Jeff. Haji Agus Salim dengan gayanya yang santai berbicara akrab dengan seluruh anggota keluarga Jeff dan bercanda dalam cerita-cerita jenaka dengan anak-anaknya Jeff.


“Dalam waktu satu jam, ia telah berhasil menarik hati anak-anak saya,” kenang Jeff.


Femke, salah satu putri Jeff sangat menyukai Haji Agus Salim. Begitu berkesannya Femke kepada Haji Agus Salim sampai dalam suatu kesempatan ia bertanya kepada ayahnya apakah Haji Agus Salim merupakan sinterklaas dari Indonesia?


Kedekatan jiwa Haji Agus Salim dengan anak-anak menjadikan ia mudah sekali mengajarkan apapun kepada putra-putrinya. Ketika Jeff mengungkapkan rasa herannya atas kefasihan Islam (nama salah satu putra Haji Agus Salim) dalam berbahasa Inggris, ia bertanya kepada Haji Agus Salim:


“Bagaimana mungkin anak itu menguasai bahasa Inggris begitu bagus tanpa bersekolah?”


Menjawab pertanyaan itu, dalam nada santai seperti biasa, Haji Agus Salim menyatakan kepada Jeff: “Apakah kamu pernah dengar tentang sebuah sekolah di mana kuda diajari meringkik? Kuda-kuda tua meringkik sebelum kami, dan anak-anak kuda tentunya akan ikut meringkik. Begitu pun saya meringkik dalam bahasa Inggris dan otomatis si Islam pun ikut meringkik juga dalam bahasa Inggris.”


Haji Agus Salim memang selalu istimewa di mata siapa pun. Uniknya, kendati dia seorang diplomat, sesepuh bangsa dan tentunya seorang yang sangat cerdas, tidak menjadikannya silau terhadap materi.  Sampai akhir hayatnya, mantan jurnalis itu tetap memilih kesederhanaan sebagai jalan hidupnya.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
transparant.png
bottom of page