top of page

Kekayaan Vatikan dan Perompakan

Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salah satu sudut ruang Arsip Rahasia Vatikan yang dikenal sebagai Galeri Rak-rak Besi, tempat menyimpan arsip-arsip Camera Apostolica dan dokumen keuangan kepausan. Foto: cruxnow.com.

5 Okt 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

VATIKAN pernah terlibat dalam perebutan harta warisan salah satu uskupnya. Hal ini disebutkan dokumen yang baru-baru ini dikeluarkan untuk publik. Dokumen tersebut juga menyebutkan soal bajak laut yang mencoba merampas harta tersebut ketika dikirim dari Portugal ke Prancis.


“Sebagian besar dari dokumen ini berkaitan dengan aktivitas rekening dan inventarisasi Camera Apostolica (lembaga keuangan kepausan). Dari dokumen ini kita bisa melacak aktivitas para pengumpul dana kepausan dan mengetahui berbagai ‘peninggalan’ yang mereka wariskan setelah wafat,” tulis Charles Donahue Jr. dalam The Spoils of the Pope and the Pirates, 1357: The Complete Legal Dossier from the Vatican Archives. Buku ini berisi dokumen-dokumen Vatikan yang baru saja diterbitkan.


Seperti dilansir livescience.com (3/10), kisah tersebut bermula ketika kapal Sao Vicente berangkat dari Lisboa, Portugal, pada awal 1357 menuju Avignon, Prancis, tempat Paus Avignon VI menetap. Kala itu, pusat pemerintahan kepausan dipindahkan ke Prancis karena ketidakstabilan politik di Italia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Koleksi jersey berharga milik legenda basket Ary Sudarsono dilelang atas nama kepedulian terhadap penanggulangan pandemi corona.
Koleksi jersey berharga milik legenda basket Ary Sudarsono dilelang atas nama kepedulian terhadap penanggulangan pandemi corona.
Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.
Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Kecepatan akses informasi tak bisa dilepaskan dari teknologi fiber optik.
Kecepatan akses informasi tak bisa dilepaskan dari teknologi fiber optik.
transparant.png
bottom of page