top of page

Kenangan yang Tertinggal di Tanamur

Diskotek pertama dan tertua di Jakarta. Dikunjungi beragam kalangan, mulai artis sampai jelata bersandal jepit.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana diskotek Tanamur. (Dok. Historia.ID).

  • 9 Mar 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 1 Mei

SEBUAH pahatan bertulis Tanamur di sisi kanan atas bangunan itu masih terbaca jelas. Pagarnya tertutup rapat. Hampir tak ada celah untuk mengintip. Tak ada juga tanda-tanda aktivitas manusia di dalamnya. Sepi. Hanya keadaan sekitar yang ramai pedagang makanan dan warung asongan. Kontras dengan suasana 40 tahun lalu saat hentakan musik disko memenuhi Tanamur, diskotek pertama dan tertua di Jakarta.


“Kuping saya sampai pengang seharian setelah mengunjungi Tanamur malam itu,” kenang Firman Lubis.


Firman, kini lebih dikenal sebagai penulis buku tentang sejarah Jakarta, saat itu baru menjadi dosen muda di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia dan kawan-kawannya mengunjungi Tanamur pada 1971. “Waktu itu saya ingin tahu seperti apa diskotek Tanamur,” kata Firman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page