top of page

Sejarah Musik Dugem

Kaum muda bergoyang menikmati musik disko, kini musik ajeb-ajeb atau dugem. Sampai lupa kemarin dan esok.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Orang-orang menikmati musik disko.

25 Okt 2018
5 menit membaca

Diperbarui: 1 Mei

CERITA ini tentang musik kaum muda. Musik yang mampu membawa mereka ke dunia lain. Dunia tanpa waktu kemarin dan esok. Dunia yang cuma punya waktu sekarang. Kaum muda menikmati musik ini sembari bergoyang di bawah lampu kelap-kelip. Sekarang mereka menyebutnya musik ajeb-ajeb atau dugem (dunia gemerlap). Tapi dulu ia bernama disko.


Semua bermula dari kerisauan generasi baby boomers di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka lahir seusai Perang Dunia II dan tumbuh besar dengan hasrat menata ulang kehidupan secara lebih tertib. Mereka sekolah, bekerja, menikah, lalu punya anak.


Lama-lama kehidupan begitu membosankan dan melelahkan bagi baby boomers. Stres menyerang dan pikiran terkekang. Mereka butuh hiburan setelah bekerja keras. Di negeri Barat sana, “bersantai adalah produk dari kerja keras,” tulis Erwin Ramedhan dalam “Gaya Hidup Disco di Jakarta” termuat di Prisma, 6 Juni 1977.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page