- 25 Okt 2018
- 5 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
CERITA ini tentang musik kaum muda. Musik yang mampu membawa mereka ke dunia lain. Dunia tanpa waktu kemarin dan esok. Dunia yang cuma punya waktu sekarang. Kaum muda menikmati musik ini sembari bergoyang di bawah lampu kelap-kelip. Sekarang mereka menyebutnya musik ajeb-ajeb atau dugem (dunia gemerlap). Tapi dulu ia bernama disko.
Semua bermula dari kerisauan generasi baby boomers di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka lahir seusai Perang Dunia II dan tumbuh besar dengan hasrat menata ulang kehidupan secara lebih tertib. Mereka sekolah, bekerja, menikah, lalu punya anak.
Lama-lama kehidupan begitu membosankan dan melelahkan bagi baby boomers. Stres menyerang dan pikiran terkekang. Mereka butuh hiburan setelah bekerja keras. Di negeri Barat sana, “bersantai adalah produk dari kerja keras,” tulis Erwin Ramedhan dalam “Gaya Hidup Disco di Jakarta” termuat di Prisma, 6 Juni 1977.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















