top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kerdil-kerdil Cabe Rawit

Mengenal seni mengerdilkan tanaman. Bonsai bisa menjadi teman sepanjang usia. Warisan yang bertahan dari generasi ke generasi.

22 Mei 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bonsai koleksi Budi Sulistyo. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

SEBUAH rumah di bilangan Puri Indah, Jakarta Barat, nyaris seperti rumah mati. Halaman depannya yang sempit tak memberi ruang bagi hijau dedaunan. Namun, begitu memasuki ruang tengah, terhampar kebun bonsai pemandangan beragam tanaman di halaman belakang. “Agar tak serasa tinggal di Jakarta tapi di pegunungan yang asri,” ujar Budi Sulistyo, berusia 60 tahun, pemilik rumah itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page