top of page

Ketika Dokter Gila Turut Merumuskan Kamus Oxford

Kisah mantan dokter dalam perang saudara Amerika yang ikut menyusun kamus ternama Oxford dalam keadaan setengah waras.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aktor Sean Penn yang memerankan tokoh dr. William Chester Minor di film "The Professor and the Madman" yang ditayangkan Mola TV (eaglepictures.com)

14 Des 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Mar

MENJELANG hari Natal, dr. William Chester Minor (diperankan Sean Penn) masih hanyut dalam imajinasinya yang ia tuangkan ke atas kertas. Dengan pensil, ia membuat sejumlah lukisan di kamar tahanannya di Rumahsakit Jiwa Broadmoor. Kesibukannya baru terhenti kala seorang sipir RSJ bernama Muncie (Eddie Marsan), datang dan memberikan sebuah buku.


The Life and Opinions of Tristram Shandy, Gentleman judul buku tersebut. Buku itu dihadiahkan Muncie sebagai bentuk terimakasih para kolega Muncie setelah Minor menyelamatkan nyawa salah satu sipir muda di RSJ Broadmoor.


Saat membuka satu per satu halamannya, tetiba sebuah pamflet jatuh dan menarik perhatian Minor. Pamflet itu berisi informasi ajakan partisipasi kepada semua orang yang berbahasa Inggris untuk turut berkontribusi dalam perumusan kamus besar bahasa Inggris Oxford. Sejak saat itu, Minor meminta lebih banyak buku untuk turut mengirimkan kontribusinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page