top of page

Lika-liku Perumusan Kamus Ternama Dunia

Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film The Professor and the Madman (2019).

25 Mei 2019
5 menit membaca

Diperbarui: 19 Mar

SUDAH dua dekade kebuntuan menghinggapi para akademisi Delegasi Agung Oxford University Press dalam menyusun kamus besar bahasa Inggris baru. Hingga akhirnya, mereka bertemu filolog Skotlandia James Augustus Henry Murray (diperankan Mel Gibson) yang mulanya dipandang sebelah mata lantaran tak punya ijazah sarjana, pada suatu pagi tahun 1878.


“Kita, delegasi terhormat Oxford meski sudah mengerahkan sepasukan akademisi termasuk saya, hanya jalan di tempat selama 20 tahun. Bisa disebut kita mengalami kemunduran. Perkembangan bahasa bergulir lebih cepat dari usaha kita, terlebih bahasa kita (bahasa Inggris) sudah hadir di seluruh penjuru dunia. Karenanya saya rasa Tuan Murray adalah solusi yang inkonvensional dan tepat bagi kita,” tutur Frederick James Furnivall (Steve Coogan) membela kompetensi Murray.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page