top of page

Ketika Wardiman Djojonegoro Dimarahi Bang Ali

Ali Sadikin dikenal doyan menyemprot anak buahnya, termasuk Wardiman Djojonegoro. Kendati demikian, dia tetap menghormat Bang Ali.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wardiman Djojonegoro semasa bekerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta(Repro buku Sepanjang Jalan Kenangan: Bekerja dengan Tiga Tokoh Besar.)

13 Jan 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

SEWAKTU menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin lekat dengan predikat pemarah. Emosinya kerap meluap-luap. Tidak jarang umpatan keluar dari tutur lisan gubernur yang akrab disapa Bang Ali ini.


“Ali Sadikin jika marah sering mengumpat. Banyak pejabat yang pernah jadi sasarannya, termasuk saya,” kenang Wardiman Djojonegoro dalam memoarnya Sepanjang Jalan Kenangan: Bekerja dengan Tiga Tokoh Besar.


Wardiman pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah Pemda DKI Jakarta antara 1966-1979. Selama itu pula, Wardiman mendampingi Ali Sadikin, terutama dalam menangangi tugas-tugas keprotokolan. Wardiman tahu persis bagaimana sikap Bang Ali kalau lagi jengkel bila tugas dan proyek Pemda DKI dijalankan tidak sebagaimana mestinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
transparant.png
bottom of page