top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kiai Tunggul Wulung Menangkal Wabah Penyakit

Sultan Yogyakarta memilih calm-down bukan lock-down. Di masa lalu, wabah penyakit dihadapi dengan mengarak bendera pusaka dari Makkah.

3 Apr 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bendera pusaka Kiai Tunggul Wulung milik Kesultanan Yogyakarta. (Repro Kraton Jogja, The History And Cultural Heritage).

Diperbarui: 22 Jan

RAJA Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan pidato sapa aruh untuk warga Yogyakarta dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) pada 23 Maret 2020.


“Berbeda dengan bencana gempa tahun 2006 yang kasat-mata,” kata Sultan. “Sekarang ini, virus corona itu jika memasuki badan, tidak bisa kita rasakan, dan menyerangnya pun tak terduga-duga. Menghadapi hal itu, kita selayaknya bisa menjaga kesehatan, laku prihatin, dan juga wajib menjalankan aturan baku dari sumber resmi yang terpercaya.”


Strategi mitigasi yang diambil Sultan dalam menghadapi bencana non-alam ini, bukan lock-down melainkan calm-down untuk menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri, agar eling lan waspada.


Sultan menjelaskan, waspada melalui kebijakan slow-down, yaitu sedapat mungkin memperlambat merebaknya pandemi penyakit corona, dengan cara reresik diri dan lingkungannya sendiri-sendiri. Kalau merasa kurang sehat harus memiliki kesadaran dan menerima kalau wajib mengisolasi diri pribadi selama 14 hari sama dengan masa inkubasi penyakitnya. Jaga diri, jaga keluarga, jaga persaudaraan. Jaga masyarakat, dengan memberi jarak aman, dan sedapat mungkin menghindari keramaian jika memang tidak mendesak betul. Bisa jadi kita merasa sehat, tapi sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa memastikan bahwa kita benar-benar sehat. Malah bisa jadi kita yang membawa bibit penyakit.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Sejak lama, Central Intelligent Agency (CIA) tercatat terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah Indonesia. Apa saja?
Prosa Mantri Pustaka

Prosa Mantri Pustaka

Dengan memperkenalkan diri sebagai orang merdeka, murid paling berbakat pujangga Ranggawarsita ini mewarnai masa transisi sastra Jawa, dari tradisi klasik menuju bentuk lebih modern.
Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, dr. Soebandrio pernah jadi diplomat ulung Indonesia di panggung internasional. Tak gentar meladeni Amerika Serikat.
Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Selain sebagai wartawan perempuan pertama, Ruhana Kudus juga seorang pendidik dan penggerak masyarakat. Ia melakukan tiga peran dalam waktu bersamaan untuk memajukan kaum perempuan.
Bapak Persandian Indonesia

Bapak Persandian Indonesia

Roebiono Kertopati dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia. Separuh hidupnya didedikasikan untuk memimpin lembaga sandi negara.
bottom of page