top of page

Kisah Dua “Presiden” RI yang Terlupa

Hadir saat negara dalam keadaan darurat, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat seolah tak banyak diingat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. (Wikimedia Commons).

12 Jun 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Sep

SEJAK resmi berdiri sebagai sebuah negara, Republik Indonesia (RI) telah dipimpin oleh tujuh orang tokoh. Dalam kurun 75 tahun terakhir, rakyat telah merasakan pergantian penguasa dari berbagai latar belakang berbeda. Dimulai pada 1945 oleh Presiden Sukarno, hingga Presiden Joko Widodo pada 2014 lalu. Masing-masing tentunya membawa kebijakan yang berbeda.


Selain ketujuh tokoh tersebut rupanya Indonesia masih memiliki dua tokoh lain yang pernah menduduki kursi tertinggi pemerintahan di republik. Mereka adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat, dua tokoh politik terkemuka semasa pergerakan. Sebagai catatan keduanya menduduki posisi tersebut saat situasi di dalam negeri sedang dalam kondisi darurat.


Sjafruddin mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera sebagai upaya mempertahankan kedaulatan setelah Presiden Sukarno dan jajarannya di Yogyakarta berhasil dilumpuhkan pihak Belanda. Sementara Mr. Assaat menduduki kursi pimpinan sebagai pejabat (acting) presiden Republik Indonesia (27 Desember 1949 - 15 Agustus 1950) ketika Sukarno menjadi presiden Republik Indonesia Serikat (RIS).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Ragam tradisi di pentas Wimbledon. Ada yang sudah ditanggalkan, ada pula yang dipertahankan.
Ragam tradisi di pentas Wimbledon. Ada yang sudah ditanggalkan, ada pula yang dipertahankan.
Dari bersin hingga dokter pertama yang mendiagnosis penyakit kelamin. Dari penyakit mematikan sejak lama hingga program eutanasia.
Dari bersin hingga dokter pertama yang mendiagnosis penyakit kelamin. Dari penyakit mematikan sejak lama hingga program eutanasia.
transparant.png
bottom of page