top of page

HUT Kota Surabaya dan Pasukan Sriwijaya

Kisah benteng di Surabaya yang dipertahankan para pemuda Sumatra. Apa gerangan nasibnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Situs Benteng Kedungcowek. (Dok. Roode Brug Soerabaia).

  • 4 Jun 2019
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 31 Mei

DIRGAHAYU Kota Pahlawan Surabaya. Pada 31 Mei lalu, usianya sudah menginjak 726 tahun. Hari jadi Surabaya 31 Mei diambil dari momen pada 1293 ketika Raden Wijaya memimpin pasukan Majapahit menangkal invasi pasukan Mongol.


Seiring perjalanan waktu, Surabaya berkembang pesat dan bertabur kisah heroisme hingga dijuluki sebagai Kota Pahlawan. Sayangnya, majunya perkembangan kota justru membuat identitas kepahlawanan Surabaya perlahan menguap seiring dengan beralih fungsinya bangunan-bangunan bersejarah. Benteng Kedungcowek di sisi timur Jembatan Suramadu, salah satunya.


Persoalan itu sedang digugat sekelompok aktivis dan penggiat sejarah dari komunitas Roode Brug Soerabaia. “Surabaya adalah kota petarung dengan karakter penduduknya yang egaliter serta blak-blakan. Mari kita jujur pada diri sendiri, ruh Surabaya sebagai kota pahlawan apakah semakin memudar? Jika semakin memudar lantas kita bisa apa?” bunyi penggalan surat terbuka Ady Erlianto Setyawan, periset sejarah serta founder Roode Brug Soerabaia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
transparant.png
bottom of page