top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Protes Sukarno Soal Kemelut Surabaya Diabaikan Presiden Amerika

Dua kali Presiden Sukarno mengirim kawat berisi protes pada Presiden Harry S. Truman terkait bara di Surabaya. Bertepuk sebelah tangan.

Oleh :
Historia
11 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi serdadu Inggris yang menggempur Surabaya dalam sebuah reka ulang Pertempuran Surabaya. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

  • 12 Nov 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

KENDATI pertempuran yang memakan korban ribuan jiwa terjadinya di Surabaya, bayangan penderitaan rakyat sangat memengaruhi nurani Presiden Sukarno di Jakarta. Setelah kawat-kawat protesnya terhadap para pemimpin Sekutu bertepuk sebelah tangan, Sukarno meluapkan amarahnya melalui corong-corong pers pada 12 November 1945 atau dua hari sejak Surabaya dibombardir Inggris. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page