top of page

Protes Sukarno Soal Kemelut Surabaya Diabaikan Presiden Amerika

Dua kali Presiden Sukarno mengirim kawat berisi protes pada Presiden Harry S. Truman terkait bara di Surabaya. Bertepuk sebelah tangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi serdadu Inggris yang menggempur Surabaya dalam sebuah reka ulang Pertempuran Surabaya. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

12 Nov 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

KENDATI pertempuran yang memakan korban ribuan jiwa terjadinya di Surabaya, bayangan penderitaan rakyat sangat memengaruhi nurani Presiden Sukarno di Jakarta. Setelah kawat-kawat protesnya terhadap para pemimpin Sekutu bertepuk sebelah tangan, Sukarno meluapkan amarahnya melalui corong-corong pers pada 12 November 1945 atau dua hari sejak Surabaya dibombardir Inggris. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page