top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Protes Sukarno Soal Kemelut Surabaya Diabaikan Presiden Amerika

Dua kali Presiden Sukarno mengirim kawat berisi protes pada Presiden Harry S. Truman terkait bara di Surabaya. Bertepuk sebelah tangan.

11 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi serdadu Inggris yang menggempur Surabaya dalam sebuah reka ulang Pertempuran Surabaya. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

Diperbarui: 6 Jan

KENDATI pertempuran yang memakan korban ribuan jiwa terjadinya di Surabaya, bayangan penderitaan rakyat sangat memengaruhi nurani Presiden Sukarno di Jakarta. Setelah kawat-kawat protesnya terhadap para pemimpin Sekutu bertepuk sebelah tangan, Sukarno meluapkan amarahnya melalui corong-corong pers pada 12 November 1945 atau dua hari sejak Surabaya dibombardir Inggris. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page