top of page

Kisah Pemenggal Prajurit Gurkha

Para perempuan pemberani di front Bandung, tidak hanya bertempur tetapi juga duel melawan musuh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pejuang perempuan di palagan Bandung. (Arsip Nasional Belanda).

9 Jul 2019
3 menit membaca

FOTO usang milik IPPHOS (Indonesian Press Photo Service) itu memang sangat legendaris.  Lima remaja era revolusi di sebuah mobil terbuka nampak tengah bergaya. Salah satu gadis muda berambut kepang yang tengah membawa senjata diidentifikasi sebagai Toeti Amir Kartabrata. Kelak beberapa tahun kemudian dia menjadi Kepala Brigade I Laswi (Lasjkar Wanita Indonesia).


“Dia merupakan kader militer Husein Wangsaatmadja, instruktur militer di TKR Bandung yang kelak menjabat sebagai walikota Bandung (1978-1983)," tulis Irna H.N. Hadi Soewito dalam Lahirnya Kelasykaran Wanita dan Wirawati Catur Panca.


Toeti dikenal sebagai prajurit perempuan pemberani. Dia bukan hanya bisa bergaya namun juga  kerap berhadapan langsung dengan bahaya. Suatu siang pada Agustus 1946, entah datangnya dari mana tiba-tiba muncul seorang penjual cendol di depan Markas Laswi di Majalaya. Tak lama kemudian, pesawat Inggris muncul dan membombardir tempat tersebut. Toeti yang saat itu sedang tidur-tiduran sontak meloncat dan menerobos kepulan asap untuk mencari jalan keluar. Begitu di luar, dia melihat rekannya Saartje dengan kepala berdarah-darah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
...
bg-gray.jpg
...
transparant.png
bottom of page