- 4 Des 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Nov 2025
POTONGAN peristiwa malam itu teramat jelas di ingatannya. Kata demi kata ia rangkai untuk menggambarkan bagaimana pilunya situasi 63 tahun lalu, saat sebuah granat meledak tepat dua meter di depannya. Ledakan yang sebenarnya diarahkan kepada presiden pertama RI itu ternyata malah berujung pada kisah sedih baginya dan ratusan orang yang hadir dalam perayaan hari jadi ke-15 Perguruan Cikini pada 1957.
Budiono Kartohadiprojo (74 tahun), usianya baru 11 tahun saat peristiwa berdarah itu terjadi. Kala itu ia bersama kakaknya sedang bermain di area wahana permainan. Namun sayang kupon permainan milik Budiono telah habis sehingga ia tidak bisa bermain lagi, sementara kakaknya masih sibuk menikmati permainannya. Saat itulah ia mendengar pengumuman bahwa Presiden Sukarno hendak pulang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












